Senin, 02 Juni 2014

Informasi Tentang Rompi Anti Peluru

Sekedar Informasi Tentang Rompi Anti peluru 
Disiimak ya gan; 
Rompi anti peluru (Bulletproof vest)adalah, sebuah baju pelindung atau baju zirah yang melindungi bagian tubuh seperti dada, perut, dan punggung dari proyektil peluru atau serpihan granat. Rompi peluru umumnya digunakan oleh personel militer dan orang-orang yang memiliki resiko terkena tembakan. Rompi anti peluru dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Soft Body Armor dan Hard Body Armor.
Soft body armor adalah rompi anti peluru yang terbuat dari lapisan Kevlar yang ditumpuk hingga 32 lapisan. Biasanya rompi ini memiliki berat hingga mencapai 10 kg sehingga cukup nyaman untuk digunakan dalam tugas-tugas penyamaran, atau pengamanan bagi personel intelijen.
Dengan menambahi soft body armor dengan lapisan tertentu, dapat dihasilkan rompi anti peluru hard body armor. Umumnya lapisan terbuat dari keramik (Al2O3 "Alumina"), lempengan logam atau komposit. Bentuknya yang tebal dan berat menjadikannya tidak nyaman, sehingga jarang dikenakan sehari-hari di luar penugasan.
Bahan yang digunakan untuk membuat rompi anti peluru selalu mengalami perkembangan seiring hasil penemuan-penemuan baru. Secara umum bahan-bahan yang digunakan adalah, Kevlar, Vestran, Spider Silk dan CNT.
Pada prinsipnya rompi anti peluru meredam laju peluru dengan cara dengan cara menyerap energi tersebut dan memecahnya ke penampang rompi yang luas, sehingga energi kinetik yang dimiliki sebuah peluru tidak cukup lagi untuk menembus rompi. Dalam proses penyerapan energi kinetik, rompi mengalami deformasi yang menekan kearah dalam (shock wave), tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna. Batas maksimal penekanan ke dalam tidak boleh lebih dari 4,4 cm (44 mm). Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna rompi akan mengalami luka dalam (internal organs injuries), yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa.
Standar rompi anti peluru yang paling banyak digunakan adalah standar NIJ (National Institute of Justice) Amerika. Berdasarkan standar ini, rompi anti peluru dibagi menjadi beberapa tingkatan (level), yaitu level I, II-A, II, III-A, III, dan IV. Level dari rompi anti peluru menunjukkan bahwa kemampuan untuk menahan tekanan dari peluru, semakin rendah levelnya maka kemampuan rompi tersebut semakin rendah begitu juga sebaliknya.
Rompi anti peluru, baik yang soft maupun hard hanya berfungsi untuk menahan peluru agar tidak menembus tubuh pemakai rompi anti peluru. Tetapi daya dorong dari peluru tetap akan terasa dan bisa berdampak kurang baik, misalnya memar dan patah tulang.
Trivia: Second Chance adalah sebuah perusahaan yang pertama kali menggunakan Kevlar sebagai lapisan rompi anti peluru. Uniknya, pemilik perusahaan ini yang bernama Richard Davis, ternyata adalah seorang pengantar Pizza yang mengalami dua kali kasus penembakan saat mengantarkan Pizza.
Sekian dari Saya Admin;RAIHAN RIZQULLAH ;D

0 komentar:

Posting Komentar